Bedong sebenarnya
dilakukan untuk membuat bayi menjadi merasa nyaman dan aman. Logikanya,
ketika dibedong bayi akan merasa seperti dipeluk atau diingatkan pada
suasana di dalam rahim ibu. Perasaan aman ini akan membantu si kecil
menjadi tidur lebih lelap dan mengurangi efek terkejut bayi. Biasanya,
di usia 1-2 bulan, efek ini akan berkurang dengan sendirinya.
Hanya
saja, efek terkejut ini kadang mengganggu kelelapan tidur si kecil
sehingga ia sering terbangun dan menangis. Dengan bantuan bedong, bayi
akan lebih mudah mengatasi refleks terkejut sehingga tidurnya tidak
terlalu terganggu. Dari penelitian yang dilakukan di sebuah universitas
di Amerika, memperlihatkan bayi-bayi yang dibedong umumnya tidur lebih
baik daripada bayi yang tidak dibedong.
Dapat memudahkan ibu mencari
posisi yang pas saat baru belajar menyusui bayinya. Bayi seringkali
bergerak sehingga ibu merasa sulit untuk mendapatkan posisi menyusui
yang benar dan nyaman. Dengan membedong bayi akan lebih anteng dan
membantu menenangkan bayi yg sedang kolik.